Tips Memilih Sekolah Dasar ( SD )

Sekolah – sekolah  khususnya sekolah swasta sudah mulai melakukan “open house”. Para orang tua mulai berbondong-bondong mendatangi sekolah-sekolah swasta favorit, meminta brosur, bertukar informasi, dan saling membanggakan sekolah sasarannya. Pihak sekolah pun cerdik memanfaatkan situasi, baliho-baliho besar dipajang di perempatan jalan. Spanduk-spanduk yang bergambar salah satu siswanya yang  berprestasi dipajang sedemikian rupa menghiasi pagar sekolah. Si A juara olimpiade fisika tingkat kecamatan, si B memenangi  lomba puisi, dan lain-lain.

Siswa-SD

Soal biaya tidak menjai persoalan

Uang bisa dicari. Pihak sekolah paham betul hal ini, sehingga biaya uang pangkal masuk SD bisa mencapai angka puluhan juta. Supaya lebih meyakinkan orangtua , gedung sekolah dibuat gagah dan megah, bahasa Inggris sebagai pengantar, ada trip keluar negeri, pengajar dari luar negeri, dan lain sebagainya. Biaya uang  pangkal masuk  bahkan hampir setara dengan biaya S2 di perguruan tinggi terkenal. Belum biaya bulanan, ada yang lebih tinggi dari UMR (Upah Minimum Regional) daerahnya. Tidak ketinggalan Produk asuransi pendidikan pun saat ini menjadi produk unggulan para perusahaan asuransi. pinjaman pendidikan pun mulai banyak ditawarkan.

Tips memilih sekolah

Ketika kita mencari sekolah terbaik untuk anak, kembalikan lagi pada tujuan utama kita sebagai orangtua. Apakah kita menyekolahkan anak untuk mengaktualisasikan bakatnya atau membangun karakter?  Atau tujuannya malah agar anak dapat mempunyai kesempatan bekerja mapan sebagai dokter, pilot, PNS, karyawan BUMN, atauyang lainnya?? kami kira itu pilihan. Pilihlah sekolah-sekolah yang melakukan seleksi, menyingkirkan anak kurang pintar, karena visi-misi, budaya sekolah, dan karakter guru pada gilirannya akan turut mempengaruhi perkembangan karakter anak. Ketika memilih sekolah, saya akan melakukan beberapa hal sebagai berikut. Kualitas sekolah bisa dilihat dari visi-misi sekolah, saya akan menanyakannya langsung pada kepala sekolah atau para pengajarnya. Hal-hal lain yang bisa diperhatikan adalah perilaku guru dan staf sekolah, termasuk misalnya sekuriti, penjaga kantin, atau sopir antar-jemput. Bagaimana reputasi guru sekolah tersebut, pandangan guru mengenai anak berkebutuhan khusus. Saya juga akan tanyakan apa arti kata pintar menurut para guru. Apakah ada kasus bullying dan bagaimana penanganannya. Tanyakanlah pandangan guru terhadap nasionalisme dan NKRI. Yang tidak kalah penting terkait infrastruktur, lihatlah toilet-toiletnya, kantinnya, tempat olahraganya dan juga seberapa lengkap koleksi buku perpustakaan sekolah. Itu semua harus menjadi pertimbangan orang tua ketika akan menyekolahkan si buah hati anda.

Leave a Reply